Selasa, 17 Maret 2009

MENGUAK PERSELINGKUHAN PRIA DAN WANITA

(Sebuah ikhtisar yang diperoleh dan diambil
dari berbagai sumber)

Bukan satu hal yang mustahil dan menjadi satu fenomena global dalam wacana pembinaan relasi personal antara dua individu yang sudah mengikrarkan komitmen untuk saling mencintai dan membina kebersamaan, bahwa perselingkuhan secara sadar ataupun tidak sadar menjadi trend ketika pergaulan dan relasi menjadi kian fleksibel dan dinamis.
Perselingkuhan sudah menjadi satu fenomena yang tidak bisa dilepaspisahkan begitu saja dari ikatan hubungan antara dua individu, pria dan wanita dan menjadi momok untuk hubungan tersebut.

BEBERAPA TIPE PERSELINGKUHAN

1. The exit affair
Perselingkuhan ini terjadi dengan alasan yang jelas bahwa menginginkan lepas dari pasangannya. Saat ada masalah dengan pasangannya, dia tidak akan menyelesaikannya namun langsung berselingkuh sebagai cara melepaskan diri dari masalahnya.
2. The thrill affair
Pelaku perselingkuhan dalam hal ini merasa selingkuh itu indah. Pelaku senantiasa menjadikan perselingkuhan sebagai hal yang menyenangkan sekalipun di dalamnya terselingi perasaan khawatir ketahuan pasangannya.
3. The boat rocking affair
Jenis perselingkuhan ini dikarenakan tidak adanya kepuasan dalam menjalani hubungan.
4. The three`s company affairs
Pelaku perselingkuhan ini bisa bertahun-tahun menjalani hubungan gelapnya. Parahnya si pelaku selalu tidak puas dengan satu perselingkuhan. Baginya orang ketiga adalah hal yang nyaman sebagai tempat untuk menyalurkan emosi-emosinya.

Tahun 1988 pernah diadakan penelitian oleh dr. Naek L. Tobing yang hasilnya menyatakan bahwa “sebanyak 69% pria Jakarta yang sudah menikah melakukan hubungan di luar nikah dan 37% para pria-pria tersebut melakukannya dengan gadis-gadis yang memang bersedia menjalin hubungan dengannya”.

Tahun 1993 di Amerika serikat terdapat penelitian oleh Janus dan Janus kepada 1347 laki-laki dan 1418 wanita dan diperoleh hasil 33% laki-laki dan 25% wanita pernah melakukan perselingkuhan.

Ternyata perselingkuhan bisa saja dilakukan oleh semua orang tanpa melihat gender, meski prosentasenya tidak sama. Hal yang aneh tapi nyata, ketika sudah ada komitmen dari masing-masing individu atau pasangan tapi masih saja ada perselingkuhan. Ini bukan hal mustahil memang, suatu kenyataan yang mau tidak mau harus diakui dan menjadi satu tolok ukur serta proporsi yang dianggap bisa menghancurkan rumah tangga itu sendiri. Pantas menjadi pertanyaan di benak masing-masing kita : Mengapa ini semua sampai terjadi?? Apa yang membuat masing-masing pasangan menjadi rentan untuk melakukan perselingkuhan?

BOSAN!! Apakah kebosanan adalah alasan yang tepat untuk berselingkuh? Namun apakah wajar jika kebosanan itu dilampiaskan dengan mencari pasangan lain sementara telah memiliki komitmen dengan orang lain? Rapuhnya suatu hubungan seperti telah hilangnya kemesraan di antara pasangan, terlalu sering meninggalkan pasangan atau terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing, kehidupan dalam hubungan terlalu monoton juga dapat menyebabkan kebosanan pada pasangan yang juga dapat menjadikan celah masuknya orang ketiga dalam hubungan, begitu juga sikap yang posesif dan rasa cemburu yang besar tanpa ada alasan yang benar dapat menjadi pendorong keinginan mencari pasangan lain.

Telah hilangnya rasa kepedulian terhadap pasangan juga dapat menimbulkan kerapuhan dalam hubungan. Tidak adanya lagi rasa saling menghargai dan perhatian terhadap pasangan. Misalnya pasangan diam karena mendapat suatu masalah di kantornya, tetapi anda tidak merasakan perbedaan itu dan anda tetap cuek merasa semua seperti biasa adanya. Sebuah perhatian jelas akan menambah hubungan semakin berkesan.

Jadilah seorang pasangan, bukan seorang pembantu. Ini bisa disebut sebagai pengabdian seorang istri terhadap suami. Merasa sebagai istri yang baik itu harus melayani suami, selalu setia, mendukung segala hal yang dilakukan suami, pintar memasak, jadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, perhatian terhadap suami dan anak tanpa henti dan siap sedia untuk keluarganya, pokoknya menjadi istri yang dipandang orang sebagai istri yang sempurna, namun justru karena itulah suami menjadi bosan, sebab istri hanya mampu melayani, mendukung apapun keputusan suami dan menurut apapun kehendak suami tanpa bisa memberi motivasi maupun kritikan di saat salah. anda bukan PEMBANTU, yang kerjaannya meladeni majikannya, tetapi anda pasangannya yang dapat memotivasi saat lemah, menegur saat khilaf, dan berjalan berdampingan saling menyeimbangkan. Karena dalam hubungan butuh pengertian dan perhatian yang seimbang, bukannya timpang yang hanya berat sebelah. Anda adalah parner hidup pasangan anda, anda juga berhak memiliki pasangan anda dan juga berhak memiliki kehidupan anda yang dapat menjadikan anda sebagai pasangan yang tidak dipandang sebelah mata oleh pasangan.
Kelancaran komunikasi dalam suatu hubungan juga sangat penting. Hindari terlalu banyak mengeluh terhadap pasangan, karena itu dapat menimbulkan kebosanan karena pasangan akan merasa dia tidak pernah benar bertindak bagi pasangannya. Ciptakan komunikasi yang menyenangkan dalam hubungan sangat penting dalam menjaga kerekatan hubungan.
JALAN MENUJU PERSELINGKUHAN

Adalah hal yang wajar, jika pada suatu saat pasangan mengetahui pasangannya berselingkuh, umumnya reaksi suami atau istri pasti frustasi atau kecewa berat. Sebab, faktor kepercayaan yang paling utama dalam hubungan dua orang suami atau istri telah dilanggar. Rata-rata mereka yang tersakiti akan bertingkah laku agresif. Artinya, menyatakan kekecewaan dengan menyerang dan menyakiti fisik atau perasaan orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal. Tingkah laku agresif verbal misalnya mengucapkan kata-kata yang langsung menyakiti atau lewat sindiran-sindiran pedas. Sementara tingkah laku nonverbal antara lain berbentuk penyerangan fisik, ngambek, mogok bicara, mogok berfungsi sebagai istri atan suami, dan sejenisnya. Selain itu, orang yang frustasi bisa menampilkan tingkah laku blocking dalam bentuk depresi atau murung, sedih yang berkepanjangan. Yang jarang terjadi, si pasangan bertingkah laku adaptif rasional, yaitu tanpa emosi negatif yang berlebihan seperti marah, murung, jengkel, dan lain-lain. Ia berusaha memahami mengapa pasangannya melakukan perselingkuhan. Lalu mencari alternatif pemecahannya. Sedangkan pihak yang berselingkuh, setelah perbuatannya diketahui pasangan, biasanya langsung bereaksi defensif. Pertama-tama ia akan dengan keras tidak mengakui perbuatannya. Dengan berbagai dalih mempertahankan diri, tak mungkin dirinya berselingkuh. Namun, setelah disajikan bukti-bukti nyata, ia akan menyerang balik dengan menyalahkan pasangannya sebagai penyebab perselingkuhan. Misalnya, menyalahkan sikap dan perbuatan pasangannya yang begini dan begitu. Bila suami yang berselingkuh, ia akan kebingungan dan stres berkepanjangan. Hal ini karena rasa tanggungjawabnya. Dia tak bisa meninggalkan istri dan anak-anaknya, juga sulit melepas WIL-nya. Kecuali salah satu dari mereka, istrinya atau WIL-nya, ngotot untuk berpisah. Sebaliknya, bila istri yang berselingkuh, ada yang sampai tega meninggalkan keluarganya.

Hal ini dapat dipahami, karena dalam hal bercinta, perempuan menganut penyerahan total. Meski memang ada pula pihak istri peselingkuh yang kembali pada suami dan anak-anaknya. Pada dasarnya faktor penyebab yang mendorong pria melakukan hubungan seksual dengan wanita lain, sama saja dengan faktor yang mendorong wanita melakukan hubungan seksual dengan pria lain. Ada beberapa faktor penyebab. Pertama, tidak mendapat kepuasan seksual dari pasangannya. Kedua, tidak mendapat apa yang diinginkan yang berkaitan dengan aktivitas seksual. Ketiga, pasangan tidak di tempat atau kesepian. Keempat, jemu dengan pasangan. Kelima, ingin mencoba dengan orang lain.
Jadi, kalau di pihak pria dapat terjadi hubungan seksual dengan wanita lain, di pihak wanita pun dapat terjadi hubungan seksual dengan pria lain. Dulu memang pria saja yang dianggap mau dan dapat melakukan hubungan seksual dengan wanita lain, sedangkan wanita dianggap tidak mau.

Anggapan masa lalu itu tampaknya lebih dipengaruhi oleh anggapan salah yang menempatkan wanita hanya sebagai makhluk aseksual dan sebagai objek seksual pria. Selain itu, memang ada restriksi atau pembatasan bagi wanita, khususnya yang berkaitan dengan kemungkinan terjadi kehamilan. Namun, dengan beredarnya kontrasepsi, salah satu restriksi itu tidak ada lagi.

ALASAN WANITA BERSELINGKUH

1. Kurang Perhatian
Merupakan masalah besar bagi para wanita, apalagi setelah melakukan perubahan, pasangan tidak mengenali. Dengan rambut panjang dia bosan, eh dipotong pendek dia tidak juga memperhatikan. Nah, begitu orang lain justru terkagum-kagun dengan perubahan itu, tersanjunglah hatinya.
2. Perbedaan Nilai
Kesamaan dan berbedaan nilai-nilai dasar yang dianut, memang memiliki kontribusi terciptanya perselingkuhan. Kalau nilai-nilai tersebut sudah sama, untuk apa mencari yang lain. Namun adanya perbedaan inilah yang akhirnya menjadi pemicu.
3. Perubahan
Pasangannya tidak lagi berpakaian serapih saat pacaran dulu, atau tidak sewangi saat kencan pertama. Karena merasa telah memiliki wanita pendamping, ia tidak lagi merasa butuh untuk melakukan sesuatu yang berkesan. Tiba-tiba saja, rekan kerja tampak lebih keren dari biasanya,
4. Perhatian Dari Yang Lain
Terkadang, ada getar yang berbeda saat mendapat perhatian dalam pria selain pasangan. Dengan menelusuri kenapa bisa terasa berbeda, wanita jadi terjebak dalam suatu kondisi ia menyukai cara orang lain memperhatikan dirinya.
5. Dia Yang Duluan
Membalas sakit hati, akibat perselingkuhan pasangannya. Sekalipun wanita lebih banyak menyimpan dalam hati, namun tidak sedikit juga yang berani untuk 'menyamakan' langkah.
6. Memang Sudah Bakat
Kemapanan adalah yang diinginkan semua wanita. Secara moril dan materil. Nah, kalau materi sudah menjadi prioritas, dan dimiliki oleh wanita bertipe social climber, agak sulit untuk mengharapkan dia untuk setia. Akan sealalu ada yang lebih baik untuk dikejar dan dimiliki. Dan seterusnya begitu....

Dari sumber lain yang diperoleh mendeskripsikan alasan-alsan wanita berselingkuh yang substansinya sama dan dijabarkan secara berbeda:
1. Balas Dendam
Kalau Anda mengkhianati cintanya, dia juga bisa melakukannya, bahkan lebih hebat dari Anda. Kalaupun sampai ketahuan oleh Anda, mungkin memang dia sengaja. Masing-masing perempuan memang punya caranya sendiri dalam menghadapi perselingkuhan yang dilakukan kekasihnya dan patah hati yang dirasakannya. Dia bisa melakukannya sembunyi-sembunyi di belakang Anda, bisa juga sengaja “memamerkannya”..
2. Urutan kesekian
Layaknya seorang kekasih, si dia ingin selalu jadi nomor satu dalam hidup Anda. Bukan nomor dua, apalagi nomor-nomor berikutnya. Dialah prioritas dan ratu di hati Anda.
3. Kekerasan
Kini, banyak perempuan yang makin sadar pentingnya penghargaan atas dirinya sendiri, salah satunya dengan bersikap tegas ketika pasangannya melakukan tindak kekerasan (umumnya secara fisik) kepadanya. Mungkin awalnya dia akan mencoba bertahan, tapi bila Anda kembali mengulangi tindakan Anda ini, mereka akan meninggalkan Anda. Mereka yakin, masih banyak pria lain yang bisa menghargainya jauh lebih baik daripada Anda.
4. Hambar
Perempuan menyukai hal-hal detail, misalnya hari ulangtahunnya, hari jadi Anda berdua, atau hal-hal istimewa lainnya. Hati-hati bila Anda menganggap semua ini sebagai hal remeh, apalagi bila selama ini si dia selalu mengurus semua kebutuhan dan rela berkorban demi Anda. Bila Anda tak pernah menghargai apa yang sudah ia lakukan untuk Anda dan mengabaikan hal-hal yang dianggapnya penting, bersiaplah menghadapi pertengkaran hebat.
5. Seks
Meski Anda kaya dan selalu memberinya perhatian penuh, ketidakpuasannya dalam urusan seks tak bisa diabaikan begitu saja. Ini berbahaya bagi sebuah perkawinan. Karena itu, segera cari solusinya.
6. Cadangan
Ketika putus cinta, umumnya perempuan lebih “menderita” menghadapi hari-harinya yang panjang sebelum akhirnya ia bangkit lagi. Karena itu, ketika melihat tanda-tanda hubungan yang dijalaninya tidak bisa dipertahankan lagi dan akan segera berakhir, bukan tak mungkin ia mulai mencari pengganti Anda. Jadi, kalau Anda memang benar-benar mencintainya, perbaikilah hubungan Anda segera.
7. Pria bermasalah
Maksudnya, banyak hal-hal di sekeliling Anda yang membuat pasangan Anda merasa “gerah” dan ikut menanggung “beban” itu. Sebab, selain menjalin hubungan dengannya yang tentunya tak lepas dari masalah, Anda juga masih harus menangani mantan kekasih Anda yang terus “meneror”, keluarga yang selalu ikut campur pada urusan Anda, belum lagi ulah teman-teman yang melibatkan Anda dalam masalahnya. Akan makin lengkap "penderitaannya" bila Anda termasuk anak mama. Alih-alih memberi perhatian dan berbagi kasih sayang dengan kekasih, Anda malah sibuk sendiri.
8. Hubungan jalan di tempat
Umumnya, ketika menjalin hubungan dengan pasangannya, perempuan menginginkan adanya hubungan yang berkomitmen yang berujung pada pernikahan. Bila hubungan yang dijalani sudah sekian lama, tapi tak ada peningkatan ke jenjang berikutnya, mereka akan berpikir Anda tidak menginginkan hubungan ini berlanjut. Jadi, buat apa menunggu Anda lebih lama?
9. Bosan
Hal yang satu ini bisa muncul karena dia terperangkap rutinitas di rumah atau hubungan yang Anda jalani dengannya membosankan baginya karena Anda tak memberinya perhatian yang dia harapkan dan waktu Anda lebih banyak dihabiskan untuk hal lain ketimbang bersamanya. Padahal, perempuan menyukai kejutan dan selalu ingin dianggap istimewa.
10. Hubungan tidak seserius yang diduga
Awalnya mungkin Anda memang senang menjalani hubungan dengannya, tapi ternyata Anda tidak menikmati dan tak merasa ingin terikat dengannya. Tak heran bila Anda masih mencoba “melirik” sana-sini, padahal dia sudah menyerahkan seluruh perasaannya kepada Anda.

ALASAN PRIA BERSELINGKUH

Memang selalu ada kilah yang bisa dimanfaatkan pria untuk menjelaskan perselingkuhan mereka. Di antaranya dengan mengutip penjelasan psikiatris Dr. Raj Persuad dari Australia. Katanya, pria berselingkuh tidak untuk menikmati seks yang lebih menggebu-gebu dengan wanita yang lebih muda, lebih langsing, dan lebih aduhai. Percaya? Mungkin saja bukan?
Namun, adalah sebuah keajaiban yang disodorkan oleh analisa sebuah survey. Bahwa pria melakukan perselingkuhan tidak semata karena seks! Sebuah survei di majalah Playboy mendapati, tidak ada kaitan antara kualitas seks dalam perkawinan dengan setia tidaknya seorang pria. Alasan sesungguhnya mengapa pria menyeleweng adalah kurangnya keintiman emosi dan merasa kurang dicintai atau kurang memiliki rasa gembira. Ditambahkan pula, menurut riset, ada empat wilayah pada benak pria yang sangat mungkin disalah mengerti oleh wanita sehingga, tanpa disadari, akan menempatkan perkawinan mereka dalam risiko.
Artikel dalam GoodMedicine, mengatakan bahawa keempat wilayah itu adalah:

1. Stres Berat
Pria berselingkuh bukanlah karena oversex, tetapi overstress. Begitu kata Dr. Persuad. Maksudnya. bila wanita bertemu teman wanitanya saat dalam keadaan stres, teman wanitanya akan merasakannya dan berusaha menghiburnya, mencoba membantu menghilangkan kecemasannya, tanpa diminta. Dan upaya-upaya itu akan sangat berguna. Bagi pria, mengungkap stres yang dimiliki berarti mempertontonkan kerentanannya, dan itu bukan sesuatu yang membuat pria gembira. Cara seperti itu bukanlah bagian dari kultur kompetitif pria. Pria memang sering mengalami stres, tetapi menghadapinya dengan cara yang berbeda, cara yang bagi wanita mungkin terdengar menggelikan. Suatu survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Leeds University, Inggris, guna menyelidiki kegemaran favorit pria, yaitu minum bir seusai pulang kerja mendapati bahwa hanya 9,5 persen saja dari mereka yang benar-benar menikmati minuman itu. Sebagian besar dari mereka, yaitu 85 persen, minum untuk menghilangkan stres. Karena itu, wanita tak perlu merasa diabaikan bila suaminya memilih mengerami persoalannya sendiri dan tidak mengungkapkan perasaannya. Cukup perhatikan saja apakah taktik yang dipakai suaminya untuk meredam stres itu berhasil atau tidak, sambil bersiap-siap mendengarkan bila terlihat ia sudah siap bicara.

2. Tak Ingin Terlihat Lemah
Pria tidak mau mendongeng bagi anaknya di kamar tidur. Tidak mau mencuci. Selalu istrinya yang harus berinisiatif dengan bertanya ke mana mau pergi untuk liburan. Tidak mau pula mengerjakan permintaan istri untuk membereskan hal-hal sepele di seputar rumah.
Bagi istri, suami seperti itu tampak sangat malas dan tidak peduli, sehingga membuatnya jengkel. Padahal, lebih dari itu, kemungkinan besar pria itu merasa tak sanggup mengerjakan semua permintaan istri dengan baik. Untuk diketahui saja, sebenarnya seorang pria butuh perasaan kompeten atau mampu, dan gemar memperoleh pujian atas apa yang berhasil dilakukannya dengan baik. Pria ingin merasa seperti jagoan. Bila suatu kegiatan membuat mereka merasa lemah, bodoh, tidak berdaya, mereka tak ingin melakukannya. Karena itu, seorang istri tak perlu mengawasi dan membuntuti suaminya untuk memastikan semua yang diperintahkan benar-benar dikerjakan. Sebaliknya, hujanilah suami dengan pujian, betapa pun tampak repot upaya yang dilakukannya untuk memenuhi permintaan istri. Pujian seperti ini perlu diupayakan dua kali lipat oleh istri saat berada di tempat tidur bersama suami.

3. Beda Level
Mate Value Discrepancy (MVD), artinya kira-kira Kadar Kesetaraan Pasangan, merupakan suatu hal yang tidak sopan dibicarakan oleh terapis dan biro konsultasi perkawinan ternama. Untuk sederhananya saja, MVD adalah suatu upaya ilmiah untuk menguantifikasi apa yang terjadi ketika seseorang yang sangat rupawan menikah dengan seseorang yang, katakanlah, sangat kurang rupawan. Banyak pasangan yang dalam hal penampilan wajah ini levelnya hanya beda sedikit. Meski begitu, selalu saja ada yang beda levelnya njomplang.
Suatu temuan penelitian yang sangat mengusik belum lama ini mengatakan, bila pihak wanita dalam suatu pasangan suami istri jauh lebih rupawan ketimbang sang pria, wanita itu jauh lebih berkemungkinan untuk berselingkuh ketimbang bila sang pria yang jauh lebih rupawan ketimbang sang wanita. Jadi, terus terangnya saja, bila sang pria lebih rupawan, dia sebenarnya lebih bisa dipercaya ketimbang bila pihak wanita yang lebih rupawan. Kata Dr. Persuad, dari pengalaman praktiknya, ada saja wanita-wanita yang datang mengeluhkan kekesalannya karena setelah sekian lama, ternyata pasangannya yang kurang rupawan bukanlah orang yang mereka inginkan atau dambakan.
Dalam pergaulan sehari-hari, kekesalan seperti ini pasti terkomunikasikan secara halus atau terang-terangan kepada pasangannya, sehingga membuat hubungan mereka menjadi tidak manis lagi. Dari situ, ada kemungkinan pihak pria lalu akan merasa satu-satunya cara untuk menunjukkan kerupawanannya adalah dengan berada di pelukan wanita lain.
4. Ingin Merasa Penting
Ini mungkin juga merupakan persoalan klasik. Wanita yang sudah sedemikian berhasil membuat pria mudah merasa tertinggal. Perasaan mandiri yang besar pada wanita akan membuat pria merasa mereka tidak memiliki peran penting dalam kemajuan yang diperoleh pasangannya dalam hidup. Hubungan yang kuat didasarkan pada perasaan dua belah pihak bahwa mereka masing-masing memiliki peran yang satu sama lain saling berpengaruh. Bila ini tidak terjadi dalam suatu perkawinan, sudah saatnya untuk menciptakan keseimbangan tersebut, sehingga tidak ada yang merasa tertinggal dalam hubungan itu. Mau tak mau, persoalan diatas perlu diatasi secara bertahap agar terjadi penyelesaian yang menyeluruh, sehingga tidak terjadi perselingkuhan. Akan tetapi bagaimana jika memang perselingkuhan itu tetap terjadi? Apa saja tipe perselingkuhan yang ada di muka bumi ini? Kita harus melihat dulu dasar dari terjadinya perselingkuhan. Biasanya selingkuh adalah tanda adanya keinginan untuk perubahan. Ada sesuatu dalam diri pasangan atau dalam hubungan yang sedang dijalani, tidak sesuai dengan harapan. Dan perselingkuhan memicu perubahan tersebut. Perselingkuhan tidak melulu soal seks. Keintiman yang terjadi antara dua orang dan melanggar kepercayaan pasangannya bisa merupakan sebuah affair. Berikut tipe-tipe perselingkuhannya.

Deskripsi alasan ini juga diperoleh dari beberapa sumber juga, yang isinya sama dengan pengejahwantahan yang berbeda:

1. Sexual Drive
Pasangannya sudah tidak lagi memiliki gairah yang sama. Karena wanita dianggap monoton sebuah hubungan jangka panjang, atau enggan untuk mencoba gaya baru. Namun bisa juga, para pria menginginkan servis yang berbeda, namun takut merusak image 'wanita baik-baik' yang disandang istri mereka. Jadi mereka menyerahkan tugas tersebut kepada para 'selir
2. Dia Yang Duluan
Pria berselingkuh, karena pasnagannya telah lebih dahulu berselingkuh. Untuk memaafkan tidaklah mudah, dan dengan desakan ego, maka perselingkuhan dibalas dengan perselingkuhan.
3. Menantang
Beberapa pria tidak bisa melupakan nikmatnya dalam memburu, mengejar dan menaklukkan wanita. Tantangan untuk bisa membuktikan pesona diri, membuat dirinya sulit untuk bisa menikmati 'citarasa' yang sama dalam kurun waktu yang sama.
4. Beginner's Luck
Kalau pernah sekali berselingkuh dan tidak ketahuan oleh pasangan, ada celah untuk berselingkuh untuk kedua kalinya. Tertantang oleh kemampuan untuk menutupi jejak, sehingga tentu ada godaan dalam diri untuk melakukan hal yang sama, bahkan berulang-ulang. Tapi memang sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga.
5. Terpacu Ego
Tidak ada yang lebih mendongkrak rasa percaya diri daripada kenyataan bahwa masih ada wanita yang tertarik secara seksual selain pasangan tetap.
6. Kesempatannya Ada
Tidak ada kucing yang menolak ikan", itu anekdot yang acap disejajarkan untuk para pria yang mata keranjang. Namun memang godaan yang bisa datang darimana saja atau kapan saja selalu dijadikan alasan pria untuk berselingkuh, ya karena digoda itu ...... !!


CARA MENGATASI PERSLINGKUHAN
Pertama-tama, jika memang telah terjadi perselingkuhan maka masing-masing pihak harus mengelola emosinya. Dalam keadaan emosi tinggi, bukannya penyelesaian yang akan terjadi, melainkan pertengkaran yang tambah meruncing. Bila emosi dalam keadaan rendah, masing-masing pihak akan sabar dan mau mendengar secara utuh serta memahami pihak lain. Masing-masing juga mau mengungkapkan pendapat serta perasaannya tanpa menyakiti hati pihak lain. Setelah memahami pihak lain, selanjutnya ditinjau ulang pemahaman tentang tujuan berkeluarga. Apabila tujuannya sama, misalnya membesarkan dan mendidik anak untuk menjadi manusia dewasa yang berguna, barulah didiskusikan berbagai alternatif jalan keluar dari permasalahan itu. "Satu hal yang perlu diperhatikan, jagalah kesabaran. Perubahan tidak akan terjadi seperti membalikkan telapak tangan. Bisa terjadi sebulan, berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun atau berpuluh tahun." Berdasarkan pengalaman, setelah jalan keluar ditemukan, pihak yang diselingkuhi biasanya menuntut terjadi perubahan dengan cepat dan segera. Padahal, sikap itu akan membuat masalah kembali ke titik nol. Jadi, sikap sabar akan sangat, sangat membantu.

Menurut American Association for Marriage and Family Theraphy 25 persen pasangan menikah sulit mengatasi masalah ini. Tetapi dengan dukungan keluarga, teman, ahli terafi dan pengertian diantara pasangan sendiri tidak menutup kemungkinan pasnagan mengakhiri perselingkuhan untuk kembali membangun hubungan yang lebih kuat.
Berikut delapan langkah yang bisa dilakukan apabila perselingkuhaan tengah menghinggapi hubungan Anda:
* Hal terpenting yang Anda harus lakukan adalah menghentikan kebiasan buruk tersebut karena anda tidak bisa hidup dalam hubungan jika kaki sebelah Anda berada di luar pintu.
* Ingat tidak mudah mengawali hubungan setelah terjadi perselingkuhan karena itu wajar apabila jalan menuju perbaikan akan mengalami pasang surut.
* Perlu pembicaraan terbuka mengenai apa yang terjadi sehingga diketahui akar masalah untuk perbaikan di kemudian hari.
* Siap menerima tanggung jawab atas ulah yang telah dilakukan meskipun mungkin terasa tidak adil.
* Ada keinginan untuk berjanji dan membuat komitmen bahwa selingkuh tidak akan pernah terjadi kembali.
* Orang yang melakukan affair sebaiknya mengkaji alasan pribadi yang mendorong penyimpangan ini dan memikirkan apa yang perlu dirubah untuk menghindari godaan di kemudian hari.
* Sebagai langkah ke depan, keduanya perlu memiliki tanggung jawab membangun fondasi hubungan yang baru.
* Tidak ada salahnya berkonsultasi dengan ahli terapi untuk membantu mengembalikan hubungan kembali ke tracknya.


TIPS MENCEGAH PERSELINGKUHAN
-. Terbuka-kejujuran dalah kunci untuk menghindari perselingkuhan. Saling membagi perasaan dengan pasangan dan selalu mendukung satu sama lain.
-. Kedekatan - buat dan pelihara keintiman baik secara emosi dan seksual dengan pasangan. Semakin dekat Anda, semakin kuat pula Anda.
-. Smart - jangan terjebak pada kepuasan, manusia tidak luput dari godaan.
-. Waspada - ketika Anda merasa tertarik pada seseorang, segera ambil jarak sebelum muncul perasaan lebih dalam.
-. Jaga sikap - kalau Anda merasa diri Anda mudah membuat orang tergoda ; ingatlah, kalau tidak ingin terbakar, jangan main api

Mungkin anda tergoda untuk melakukan perselingkuhan atau mungkin anda sedang melakukan perselingkuhan BERHENTILAH!!!! Tidak bakal ada hal yang bisa menajdi lebih baik dalam setiap hubungan pasangan kalau dengan segala cara dan daya upaya membuat kita lebih mencintai pasangan masing-masing!

Atau anda korban dari perselingkuhan pasangan anda? Sesuatu yang lebih baik: MENGOREKSI DIRI! Dan ajukan sebuah kenyataan perilaku untuk lebih memberikan seutuhnya diri anda kepada pasangan anda. Penerimaan yang baik dan kesabaran memutlakkan apa yang dipikir sebagai hal yang seharusnya akan berjalan sebagaimana mestinya dan kehidupan berumah tangga, kehidupan bersama pasangannya.. Ini tantangan terberat. Tapi apa salahnya kkalau dilakukan.Dan ini tidak menunjukkan kelemahan kita tetapi keberanian dan kemenangan diri sebagai pribadi manusia yang tegar dan perfect!!!satu KEBAHAGIAAN DIRI yang yang sudah seharus dimaknai secara terus menerus.. Dan kembali sebagai makhluk ber-Tuhan hanya satu: “Penyerahan diri dalam setiap masalah, KEPADA-NYA”


(tulisan ini merupakan kumpulan dari berbagai sumber dan secara pasti menjadi inspirasi untuk melakukan penelitian sekaligus proses mencoba menggarap materi dalam konseling perkawinan/hubungan inter-intra personal/keluarga, so thanks so much kepada yang sudah mempublikasikan lebih dahulu, membuat tulisan-tulisan yang bisa diambil/dicopi, don’t be angry coz I am be late to have your’s permissions, n juga belum dicantumkan sumbernya. One more again, thanks).